” Masa lalu adalah pilihan yang kita lalui sedangkan masa depan adalah pilihan yang kita tentukan” agnes davonar
” Sebuah kisah cinta antara Angel seorang gadis lumpuh dan Martin seorang penderita AIDS, Bagaimana mereka menunjukkan pada dunia, Tidak ada yang berbeda dengan apa yang orang lihat, mereka hanyalah manusia yang berusaha untuk diakui sebagai bagian dari masyarakat”
Tentang Angel.
Seorang gadis berusia 23 tahun. Bekerja sebagai sekretaris sebuah perusahaan seluler. Ia memiliki seorang kekasih bernama Hendra. Angel begitu bergembira saat pulang dan memeluk ibunya.
“ Bu, Hendra akan melamarku malam ini dan kami akan bertemu di taman kota, tempat dimana pertama kali bertemu..” kata Angel pada ibunya.
“ Bagaimana kamu yakin nak?”
“ Tentu saja aku yakin, sebab kami sudah merencanakan itu, dan Hendra bilang malam ini iya akan melamarku..”
“ Kalau begitu lekaslah kamu pergi dan berganti pakaian terbaikmu..”
Angel bergembira malam yang ia tunggu selama mereka berpacaran lebih dari 3 tahun kini menjadi akhir dari kisah cinta mereka.
Tentang Martin.
Martin berumur 25 tahun. Pria playboy dan terlahir dari keluarga jutawan.Jam menunjukan pukul 7 malam. Tiba-tiba pintu kamarnya terdengar ketukan. Martin sedang tertidur, ia bangun dan membuka pintu dengan wajah kesel. Seorang aju dan ayahnya terlihat didepan pintu.
“ Kenapa sih? Ganggu orang tidur aja..!!!”
“ Maaf tuan, Ayah anda sudah menunggu di ruang tamu untuk makan malam keluarga.”
“ Bilang padanya, aku ada dibawah sebentar lagi..” Kata Martin tidak melawan.
Ajudan itu pergi, Martin merapikan mukanya yang kusut karena semalam ia baru saja pergi dugem dan pulang pukul 7pagi, setelah rapi ia pun langsung ke bawah menemui ayahnya di meja makan. Bersama ibu dan adiknya Sheila.Ia duduk begitu saja.
“ Begini cara kamu membesarkan anakmu? Pagi jadi malam, malam jadi pagi. “ kata ayah ketus.
“ Sudahlah pak, Martin ayo makan.”
Dengan setengah hati martin makan. Tapi baru mencicipi sedikit sarapan. Ia sudah menghilang dengan wajah kesel ayahnya. Martin pergi dengan mobil BMWnya menelusuri jalan yang sudah penuh dengan lampu warna warni. Kota ini akan merayakan natal dalam waktu beberapa hari lagi.Ia hanya berujar dalam hati.
“ Ayahku kaya, untuk apa berkerja. Tujuh turunan pun tidak akan pernah habis.”
Seorang gadis menelepon padanya. Tampaknya gadis itu adalah incarannya untuk malam ini, Mereka tampak asyik sibuk berbicara bersamaan, DIitengah jalan.
Kembali ke Angel.
Ibunya sudah berdiri di depan pintu. Angel menyalakan motor vespanya. Lengkap dengan pakaian terbaiknya.
“ Aku pergi dulu ya..”
“ Kenapa tidak kamu minta di jemput saja.” Tanya ibunya.
“ Tidak apa bu, Hendra langsung pulang kerja. Kan nanti kena macet. Lagi pula aku ingin pergi masing-masing saja. Jadi bertemu disana.”
“ Ya, sudah nak. Hati hati ya.”
Angel pun melaju motornya sambil membayangkan apa yang akan terjadi dalam hari terindahnya.
Kembali ke Martin.
Martin tampak tertawa, gadis itu membiuskan kata-kata indah di telinganya. Ia selalu ingat jika ia bisa memberikan apapun yang diinginkan oleh gadis yang menyukainya, ia rela memberikan uang , permata ataupun emas yang diingkan. Saat ia berjalan, ia tidak menyadari lampu merah diatasnya. sebuah vespa yang melaju di lampu hijau. Martin terkejut, mobilnya melaju. Menabrak vespa itu hingga terpental. 10 meter jauhnya. Yang ia ingat, seorang gadis terkujur kaku dijalan. Hatinya risau, apakah ia harus melihat korban itu. Atau melarikan diri, tapi ia tau. Bila ia mendekat, maka ia akan membuat masalah dengan dirinya sendiri diantara kerumunan orang yang mulai mendekati korban.
Ia pun memutuskan satu kenyataan— lari dari kejadian itu.
Tentang Hendra.
Ia menunggu tanpa adanya kejelasan ditaman. Hatinya cemas, ia mencoba menelepon Angel berulang-ulang tapi sama sekali tidak diangkat. Satu jam berlalu, hatinya mulai cemas. Ia berpikir, Angel menolak dirinya. Hingga ia menelepon terakhir kali dan mendapatkan suara asing, suara seorang pria yang mengatakan kalau gadis yang memiliki hendphone itu. Sedang dirawat dalam ruangan unit darurat. Ia langsung menuju rumah sakit, menyimpan cincin tunangan untuk Angel. Saat ia tiba, ibu Angel tampak berdiri dengan tangisan khawatir.
Kembali ke Martin.
Ia mulai sadar, banyak saksi yang melihatnya dengan nomor mobilnya. Ia ceritakan masalah ini kepada ayahnya. Ayah meminta ia bertanggung jawab, tapi ibunya menolak. Ia sadar putranya bisa berada di penjara bila ia menyerahkan diri. Uang tidak berarti bagi putranya untuk lepas dari Penjara. Satu keputusan saat itu juga. Martin harus pergi keluar negeri. Melarikan diri dan membuat alibi dengan orang lain yang berada di mobil, dengan uang ayahnya bisa membayar orang lain untuk berpura-pura mengaku melakukan perbuatan yang tidak ia lakukan.
Natal terlewatkan dengan masalah diantara ketiganya. Hendra bersedih dengan keadaan kekasihnya. Angel tidak pernah tau keadaanya, Martin melarikan diri dengan rasa gundah dan bersalah.
2 bulan berlalu.
Angel masih berada di rumah sakit. Ia mulai sadar, tapi kakinya telah dinyatakan hilang. Ia harus mengalami kelumpuhan di kedua kakinya. Hendra menemani kekasihnya. Memberikan dukungan batin dan kekuatan yang tidak bisa Angel bayangkan untuk hidup. Angel pun berusaha menerima kenyataan kini ia cacat.
Martin berada di Australia menghabiskan waktunya dengan minum dan minum untuk melepas kegelisahan hatinya.
6 bulan berlalu.
Angel berdiri untuk pertama kalinya dari kursi roda. Hendra menopang kakinya untuk berjalan. Walaupun merasa berat di hatinya. Ia sadar ia tidak akan pernah menjadi normal.
Martin semakin gelisah, ia ingin pulang. Ibunya bilang padanya tunggulah hingga 6 bulan ke depan. Hanya satu yang ingin ia tanyakan
“ Ibu bagaimana keadaan korban yang aku tabrak?”
“ Dia tidak mati, ia masih hidup.”
“ Syukurlah, tapi aku tetap ingin tau.”
“ Kamu akan tau kelak bila kamu pulang, lebih baik kamu tetap disana hingga kasus ini ditutup.”
1 tahun berlalu.
Angel mulai bisa berjalan dengan menggerakan kursi roda lewat tangannya. Hendra mengajaknya untuk bertemu orang tuanya. Apa yang ia dapatkan saat ia sedang duduk di sofa ruang tamu. Tanpa sengaja ia mendengar apa yang ibu Hendra katakan.
“ Ibu tidak ingin punya menantu lumpuh dan cacat seperti itu.”
“ Ibu kenapa bilang begitu, bagaimanapun dia adalah Angel yang sama, sama seperti saat aku membawanya pertama kali.”
“ Berbeda. Ia gadis cacat.. bukan gadis cantik yang dulu kamu bawah.”
Keduanya bicara, dan Angel mendengar. Ketika mereka sadar. Angel telah mengatakan satu hal yang begitu berat untuknya.
“ Maafkan aku, mulai saat ini aku akan melepaskan Hendra untuk selamanya.”
Hendra berusaha untuk tetap bertahan, tapi akhirnya ia pun menerima keputusan Angel.
Martin telah kembali setelah ia mendapatkan kepastian kalau kasusnya telah kelar dengan orag lain yang bersedia mengantikan dirinya di penjara.
***
Angel mencoba untuk bekerja normal. Ia tidak akan ditolak di kantor lamanya, tapi dengan kaki yang pincang dan terkadang harus mengunakan kursi roda. Ia merasa seperti seorang yang tak berguna, hanya bisa merepotkan siapapun. Ketika ingin naik escalator ataupun menaikin tangga semuanya terasa berat. Setiap malam ia hanya bisa menangis, melihat keadaanya, ibunya menyadari keadaan putrinya, hatinya pun perih tapi hanya bisa berharap tuhan memberikan kekuatan untuk anak semata wayangnya setelah ayah Angel meningal.
Martin berhasil mendapatkan apa yang ia ingin tau, tentang korban yang selalu membayangin dirinya. Dan sumber informasinya mengatakan tentang gadis itu. Ia mendapatkan kantor Angel. Ia segera menuju kantor itu yang ternyata merupakan bagian dari perusahaan ayahnya. Saat itu ia melihat Angel tampak berusaha menaiki tangga. Hatinya tergerak untuk mendekat. Membantu mendorong kursi rodanya.
“ Terima kasih..” Kata Angel padanya.
Martin terdiam, hatinya begitu pilu melihat Angel begitu cantik tapi jadi cacat karenanya.
“ Tidak masalah.”
“ Kamu kerja dikantor ini lantai berapa?”
“ Lantai 3.”
“ Kamu?” Tanya Angel balik.
Martin bingung menjawab pertanyaan Angel, ia tidak pernah berkerja hingga akhirnya ia mengarang sebuah kisah.
“ Aku baru kerja disini, di lantai dua,”
“ Oh ya..:”
“ Andai saja aku di lantai satu, pasti aku ga perlu repotin orang hehehe. Jadi ga enak hati..” kata Angel.
Meraka tiba di eskalator. Sekali lagi Angel mencucapkan terima kasih pada pria itu.Martin pulang saayt itu pula dengan wajah bersedih. Ia ingin menangis melihat dosa yang ia lakukan pada Angel. Ia pulang kerumah ayahnya dan meminta perkerjaan di kantor itu. Ayahnya begitu heran dengan sikap putranya tapi menerima keputusan Martin. Ia langsung menjadi direktu dalam perusahaan itu. Dalam satu hari ia memutusan untuk memindahkan kantor dimana Angel bekerja dari lantai 3 ke 1. Setiap harinya ia selalu memandangin Angel saat ia bisa, ia tak pernah mengalami satu keadaan yang begtu sulit dalam hidupnya. Ia memutuskan untuk mendekati Angel, mencoba untuk mengatakan satu kejujuran yang tak bisa ia ucapkan saat ini. Tentang hal yang membuat Angel menjadi seperti saat ini.
Dari hari ke hari, mereka semakin dekat. Martin membuat banyak kemudahan di kantor untuk Angel agar bisa mengunakan kursi rodanya secara bebas. Ia makan bersama Angel di kantin yang tidak pernah ia jamah sebelumnya. Mengenang sosok Angel yang berhati mulia, sosok yang rendah hati dan menerima kenyataan hidupnya sebagai gadis cacat.Suatu hari karena bosan, Martin mengajak Angel untuk makan di luar.
“ Makan denganku di luar? Tidak salah kamu kan direktur disini?”
“ Emangnya direktur tidak boleh makan bersama kamu.”
“ Bukan begitu, aku hanya takut merepotkan direktur bila jalan bersamaku. Kota ini tidak ramah dengan kursi roda, aku tidak ingin merepotkan direktur bila jalan bersamaku hingga harus mendorong kursi ini.”
“ Tenang saja, ayo katakan apa yang ingin kamu makan, ini perintah dari Direktur jangan pernah menolak!!”
“ Baiklah. Aku ingin makan Sushi Tei, sungguh aku sudah lama tidak pernah makan disana.”
“ Kalau begitu ayo kita makan.”
Mendengar Angel ingin makan sushi tei, Martin langsung meminta ajudan ayahnya untuk membooking semua kursi yang ada di restorant itu hanya untuk mereka. Ketika Angel tiba di sushi tei, ia terkejut melihat restorant itu hanya ada mereka berdua. Ia hanya mendengar kata terakhir Martin.
“ Makanlah semua yang kamu inginkan..”
Mereka pun makan dengan lahap. Martin begitu menikmati keadaanya bersama Angel, hingga mereka menyadari kalau natal akan datang dalam beberapa minggu lagi.
“ Kalau natal nanti, apa yang kamu inginkan Angel.”
“ Aku kalau natal selalu meminta banyak hal, tapi sayangnya tidak pernah terjadi tuh. “
“ Kalau begitu katakan lah, aku ingin tau..”
“ Sungguh kamu ingin tau?”
“ Tentu saja aku ingin tau.. ayolah sebutkan.”
“ Aku ingin bisa berjalan lagi..”
Hendra tertegun, hatinya miris dan wajahnya menunduk.Tadinya ia berpikir ingin memberikah hadiah kepada Angel, apapun yang Angel inginkan. Kini mendengar permintaan sulit itu, ia bersedih.
“ Adakah hal lain yang bisa kamu katakan selain itu,?”
“ Tidak ada, aku tidak ingin meminta soalnya. Kamu tahu tahun lalu ketika aku sudah meminta eh tiba-tiba malah ga pernah terjadi..”
“ Kalau boleh tau, kamu tahun lalu minta apa?”
Angel tertunduk, ia sadar natal tahun lalu begitu kelabu, ia meminta Hendra meminangnya dan semua benar-benar gagal.
“ Aku tidak bisa katakan, itu sudah menjadi masa lalu, kalau kamu? Katakan dong apa yang kamu mau?”
Martin mendekat kepada Angel, matanya tampak serius.
“ Aku tidak ingin apa-apa selain hanya bisa melihatmu tersenyum. Itu cukup buatku.”
Angel pun tertawa. Mereka melewatkan makan siang itu begitu gembiranya. Setelah makan siang, Angel turun ke loby. Saat itu Martin hendak menggendong tubuh Angel mobil. Tanpa sengaja Angel melihat Hendra sedang bersama wanita lain melewati mereka. Angel terdiam melihat mantan kekasihnya, Begitu pun Hendra. Hanya Martin dan kekasih Hendra yang tak mengerti apa yang membuat keduanya saling bertatapan.
Hendra pun berjalan dan masuk ke mobil. Angel melihat Hendra pergi darinya. Ketika ia di mobil, ia menangis. Martin begitu bingung. Dan bertanya apa yang terjadi. Angel pun mengatakan satu hal tentang natal tahun lalu dan harapannya.
“ Aku ingin menikah, tapi kekasihku tidak bisa karena aku sudah menjadi cacat..”
Martin hanya terdiam, hatinya semakin tak berdaya.
****
Natal telah tiba, Martin mulai mengerti satu alasannya untuk menjadi seorang pria pada utuhnya. Ia memberikan hadiah kepada Angel, sebuah hadiah yang mungkin terlalu berharga untuk Angel. Sebuah kalung berlian di leher Angel. Martin menyadari satu hal, ia mulai mencintai Angel. Ada yang harus ia katakan di acara makan malam natal bersama mereka. Di atas meja makan dengan lilin merah menyala, Martin menyatakan cinta kepada Angel.
“ Apakah kamu yakin ingin menjadi kekasih dari seorang gadis cacat sepertiku?
“ Aku berjanji dalam hatiku dan atas nama Tuhan kalau, aku bersungguh-sungguh ingin menjadi bagian dalam hidupmu Angel, apapun yang terjadi dengan keadaanmu, kamu adalah gadis yang kuinginkan dalam hidupku, sekarang dan selamanya.”
Kalimat itu membuat Angel begitu bahagia, walaupun ia ragu pada awalnya. Pada akhirnya Martin benar-benar membuktikan satu hal kepada Angel. Ia benar-benar mencintai gadis itu.Mereka pun berpacaran secara resmi. Keluarga Martin yang tidak pernah melihat Martin demikian berubahnya dalam hidup menyambut kegembiraan putranya begitu bahagia.Suatu ketika dimalam hari, Angel merasakan kuasa Tuhan, tiba-tiba jari kakinya mampu bergerak. Ia mulai menyadari satu hal, kalau ia mulai bisa merasakan kakinya kembali setela lama lumpuh tanpa bergerak.
Martin tidak pernah mengerti. Mengapa tubuhnya semakin lama semakin lemas. Hingga akhirnya ia jatuh sakit. Ia terdampar di rumah sakit. Angel datang dan membuat keluarga martin begitu terkejut.
“ Siapa dia ?” Tanya ibu Martin pada Martin yang terbaring ketika Angel bersamanya.
“ Ini kekasihku bu..”
Keluarga Martin terdiam. Ia tidak pernah meyangka kalau anaknya punya pacar yang cacat. Semua bisa menebak kalau tentu saja keluarga martin tidak pernah bisa menerima hubungan mereka. Tapi Martin tidak peduli. Saat itu, setelah kelua dari rumah sakit. Ia benar-benar mendapatka hadiah terburuk dalam hidupnya. Martin positif HIV. Sebuah kenyataan yang begitu pahit dalam hidupnya, ntah gadis mana yang ia tidurin dan menularkan penyakit itu padanya.
Ia paham hidupnya seperti kiamat. Tapi dalam kesempatan itu, ia terus berjuang untuk hidup. Angel mengatakan pada Martin kalau kakinya mulai bisa bergerak. Martin melihat itu sebagai keajaiban, ia pun pergi memeriksa keadaan kaki Angel dan dokter mengatakan kemungkian sembuh normal adalah 20 persen. Berita yang indah untuk Angel, tapi sayangnya dokter mengatan harus segera dilakukan operasi untuk membuat kakinya menjadi normal karena ada beberapa bagian urat pada kaki angel yang harus di ganti.
Martin memutuskan untuk membawa Angel ke rumah sakit terbaik di dunia. Angel menolak pada awalnya tapi inilah yang terjadi di malam sebelum itu semua terjadi.
“ Angel, aku selalu ingat keinginan kamu di hari natal. Kamu ingin berjalan. Tuhan telah mendengarkan impianmu itu, sekaranglah jalanmu. Kamu harus ikut aku pergi. Lakukan ini untuk kebahagiaanmu, jangan pikirkan biayanya karena aku bisa membantu.”
“ Tapi kamu terlalu baik untukku, aku tidak ingin berhutang budi.”
“ Kamu tau, aku punya keinginan permintaan natal juga. Kamu ingin tau?” jelas Martin.
“ OK katakan.”
“ Aku ingin kelak meihat kamu berjalan dan aku bisa bahagia bersamamu setelah itu dan..?”
“ Dan apa?”
“ Akan kukatakan kalau kamu sudah mau ikut aku ke untuk menyembuhkan kakimu,”
“ Baiklah..”
Mereka pun berangkat. 3 bulan sebelum natal. Operasi berjala dengan baik, tapi keadaan martin yang terlalu lelah membuatnya semakin buruk.Tapi lelahnya itu dibayar dengan semangat angel yang ingin sembuh dan berjala di saat natal. Semua terjadi, semua yang dilakukan dokter berhasil. Angel pun sembuh, ia mulai bisa berjalan dengan perlahan. Martin yang setia menjaganya selalu ada disampingnya.;
Hingga natal pun tiba. Angel berdua dengan martin. Di sebuah tempat yang indah., wajah martn begitu pucat. Martin pun meneruskan apa yang hendak ia katakan kepada Angel sesaat sebelum Angel di operasi.
“ aku sudah maafkan kamu sejak kita bertemu..?” kata Angel yang membuat Martin bingung.
“ Kamu maafkan untuk apa?”
“ Kamu tidak perlu katakana apapun, aku sudah memaafkan dan mencintai kamu dengan setulus hatiku.”
“ Angel, bagaimana kamu bisa tau?”
“ Aku tidak akan pernah lupa kejadian itu, sesaat sebelum kejadian itu aku melihatmu. Walau samar-samar aku bisa tau itu kamu.”
“ Aku benar-benar menyesal Angel, maafkan aku..”
“ Lupakan semuanya Martin. Aku selalu menerima keadaan ini sebagai takdir.”
“ Angel ada satu hal lagi yang ingin kamu tau..”
“ Katakan Martin?”
“ Aku positif HIV..”
Angel terdiam. Dan ia mengatakan satu hal untuk martin.
“ Ketika kamu melihatku sebagai gadis cacat, kamu tidak pernah merasa malu ataupun merasa takut bila aku merepotkan kamu. Aku begitu tersentuh, setiap manusia memiliki sisi yang tak bisa ia hindarkan tentang ketakutan akan petaka. Tapi kamu berbeda Martin, kamu menyadarkan aku untuk kuat, oleh karena itu, walaupun kamu menderita HIV, kini saatnya aku melakukab hal yang sama!”
“ Kenapa kamu mau? Kamu tidak takut padaku.”
“ Karena inilah takdir kita, apapun yang terjadi dengan keadaanmu. Kamu adalah bagian dalam hidupku yang akan selalu ada. Aku akan selalu ada disampingmu..”
Martin dan Angel menikah beberapa bulan kemudian. Setahun kemudian Angel sudah bisa berjalan tanpa tongkat, dua tahun kemudian. Mereka melahirkan anak dengan ajaibnya normal tanpa penyakit apapun. Tiga tahun kemudian di natal 2009., Martin meninggal karena penyakitnya.
Seperti kata Angel
“ Bagaimanapun keadaan kita dan siapapun yang memiliki keadaan sulit, janganlah merasa kamu akan sulit karenanya. Karena kita tidak bisa memilih apapun dalam hidup kita, selain bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan di masa lalu. Tapi percayalah masa depan akan indah bila kita beusaha untuk menerima keadaan kita.”
Kupersembahkan kisah ini untuk semua penderita AIDS di dunia, percayalah kalian adalah makluk tuhan yang paling bahagia dengan keadaan apapun.
Untuk sahabatku yang telah pergi dengan keadaan sama, aku merindukanmu.
Top Artikel
-
Setelah melanglang buana, akhirnya saya dapat mengumpulkan foto-foto keren ini untuk kalian. Biar kalian tidak perlu susah-susah juga mencar...
-
Kali ini saya akan bahas kutipan film dari film SKUT ,, oke langsung aja sahabatSKUT : LAGU DIPUTAR OTOMATIS DENGAN MENYALAKAN SPEAKER/HEA...
-
Syuting awal film ayah mengapa aku berbeda telah dimulai pekan ini, saya akan memperkenalan beberapa karakter novel dan pemerannya. buat...
MY LAST LOVE : Kisah Mengharukan cinta gadis lumpuh dan pria penderita HIV
Kekasihku Daniel-Arti Kebaikan Sesungguhnya dalam Hidup
Namanya Daniel, cowok yang baru berusia 24 tahun. Wajahnya.. kata orang sih gak ganteng, ngak pinter dan juga ngak atletis. Sampai detik ini, temen-temen masih mikir? Kok bisa ya dia jadi pacar gua?
Padahal sumpah mati mereka tau, gua gak pernah berharap punya pacar kayak dia. Banyak yang bilang kalau wajah gua yang lumayan cantik bila jalan sama dia? Bakal seperti antara majikan dan pembantu.
Mungkin awalnya demikian, tapi dari seorang Daniel. Gua belajar banyak tentang bagaimana menghargai seorang laki-laki, bagaimana memperlakukan laki-laki dan terakhir bagaimana mengerti arti cinta itu sesungguhnya.
Suatu hari, gua lagi asyik online. Teman-teman gua, semua uda pada mulai eksis di dunia facebook. Rasanya kalau gua gak gabung, bisa jadi gua dianggap gadis kampung. Padahal orang kampung pun uda pakai facebook. Lupakan sejenak kisah stupid itu, yang pasti dari facebook. Gua bisa kontak-kontakan lagi sama teman-temen gua dari jaman pipis di celana sampai sekarang ngerti kalau umur gua uda cukup tua sebagai cewek, 23 tahun.
Nah, karena baru aja putus cinta. Rasanya gua alergi banget sama foto-foto mantan gua yang nangkring di facebook gua, jadi tugas gua malam itu adalah menghapus semua foto-foto mantan gua. Tapi semakin gua perhatikan foto-foto kenang-kenangan kita, kok rasanya gua jadi sedih sendiri ya. Sampai tanpa sadar gua jadi nangis, padahal yang minta putus juga gua, hal kecil sih, gara-gara dia mau sekolah di luar dan gua gak setuju. Apa daya, bokapnya jenderal dan dia ajudan. Pisah deh hubungan kita,
Saat gua menangis, chat online di Facebook nyala, seseorang muncul dan berkata memperhatikan gua sedang menghapus semua foto-foto gua. Dia bilang
“ Lagi putus cinta ya? “ Kata dia.
Awalnya gua mau cuekin, tapi kayaknya bakal menarik juga ya kalau gua marah-marah dan maki-maki orang ini, soalnya gua perhatiin, kita gak kenal sama sekali.
“ Sok tau loe?” kata gua,
“ Ya tau dong, kan gua juga lagi putus cinta, senasib deh..”
Kalimat dia yang bikin gua langsung nyegir. Penasaran sekaligus merasa senasib. Singkat kata, walaupun gua ga kenal dia, akhirnya kita malah jadi curhat-curhatan. Gua jadi tau juga, kalau dia putus sama pacarnya karena gak cocok setelah 5 tahun pacaran. Dalam hati gua berkata, kalau 5 tahun segitu lamanya dibilang kagak cocok, jadi selama 5 tahun itu ngapain ya?.
Akhirnya kita gak bicara lagi setelah malam itu, tapi dia sempat mengatakan nama dia ke gua.
“ Gua Daniel, thanks uda mau temenin gua ngobrol malam ini?”
Gua hanya senyum-senyum manggut, setau gua, harusnya gua yang curhat, kok malah jadi dia. Ya sudahlah, setidaknya dia uda bikin malam ini berwarna. Kita pun pisah, tanpa bicara dan gua sempat mengenalkan diri gua dengan bilang, “ Panggil gua Angel aja, kalau perlu blackAngel.”
“ Kenapa harus BlackAngel, kenapa ga WhiteAngel”
Gua terdiam dan offline dari facebook gua. Bukan urusan dia kalau gua mau jadi white or black, yang pasti hari itu menjadi hari perkenalan kita.
***
2 bulan kemudian.
Sahabat gua Agnes, tiba-tiba nikah. Dia ngundang gua datang ke kawinan dia. Gua tau, tentunya tau banget rasanya ke undangan seorang diri. pasti di bilang kagak laku atau parahnya perawan tua. Kalau bukan karena Agnes ini teman baik gua waktu jaman smp, pasti gua gak mau datang. Dengan terpaksa gua ajak adik gua, Teddy. Walaupun dia itu masih kecil, setidaknya orang-orang bakal kepikiran dia pacar gua kalau ga kenal. Cara yang jitu untuk membuat gua lepas dari julukan jomblo.
Seperti yang gua duga, undangan bakal dipenuhi temen-temen gak jelas. Akhirnya gua hanya bisa mojok sambil menikmati jus jeruk, karena udangan berdiri, gua harus rebutan sama banyak orang. Nah, saat gua uda menemukan satu bangku, gua mau lompat, eh tiba-tiba nenek-nenek tua nyerobot gitu aja. Jus di tangan gua jatuh dan tanpa sengaja kena sama cowok yang lagi duduk disampingnya. Omg.. gua jadi parno sendiri ngelihat tuh cowok kemeja putihnya jadi berwarna belang.
“ Sorry..” kata gua dan cowok itu natap gua dengan perasaan kesal tentunya.
“ Gapapa..” kata dia bangkit dari kursi dan pergi keluar ruangan, banyak yang lihatin gua, akhirnya gua terpaksa keluar dari ruangan pernikahan itu daripada dilihatin banyak orang.
Saat gua keluar, cowok yang tadi ketimpa jus gua, sedang bersih-bersih dengan tissue. Gua memperhatikan dan mendekat ke dia.
“ Sorry ya sekali lagi, tadi ga sengaja banget.”
“ Gapapa, tapi kok loe ga asing ya buat gua?” kata cowok itu.
“ Masa sih, maybe gua mukanya pasaran kali ya..”
“ Oh, gua inget. Loe temen facebook gua.. Angel ya namanya?” kata dia dan gua berpikir bisa jadi juga soalnya kan facebook itu sesuai tujuannya, menghubungan anda dengan semua orang.
“ iya benar, emang nama loe siapa?”
“ Gua Daniel, dulu kita sempat chat. Tapi uda lama banget..” kata dia dan gua pura-pura senyum and merasa inget..
“ Mungkin ya,. “
Dia pun menjelaskan kalau Agnes ini masih ada hubungan teman sama dia, akhirnya lupa deh kejadian jus jeruk tumpah itu. Sebenarnya sih, gua ga ada minat sama sekali ketika melihat wajah dia. Gak ganteng dan gak menarik, Cuma menang tinggi dan putih aja. Level gua terlalu tinggi dalam menilai pria, kita bicara banyak tapi ala kadarnya, beruntunglah adik gua muncul dan akhirnya hendak membawa gua pergi. Gua pun pamitan, tiba-tiba dia nanya.
“ Angel, boleh minta nomor telepon ga?”
“ Heh..” mulut gua terkunci, rasanya gak mau kasih, tapi melihat perlakuan gua sama baju dia, akhirnya gua pun kasih.
Dia tersenyum. Dan akhirnya pesta berakhir dan kita pun berakhir, ini gua sebut. Takdir kedua kita , setelah facebook online dulu.
***
Benar kata nenek gua, yang namanya jodoh, gak akan lari kemana-kemana. Gua kembali ditakdirkan ketemu sama si Daniel. Dia emang ga pernah nelepon atau sms gua setelah gua kasih nomor telepon gua. Tapi kita kembali ketemu saat tiba-tiba motor bebek gua mogok di jalan. Astaga, neh motor pas bawa dari rumah masih ok-ok aja. Kok tiba-tiba mati dijalan. Padahal tujuan gua naik motor ini Cuma mau beli makanan anjing gua di depan rumah. Gua bengong di jalan, tiba-tiba, si Daniel itu muncul. begonya lagi sampai detik itu gua ga lupa nama dia.
Entah bagaimana dia muncul, tapi motor gua beres saat itu juga. Saat gua Tanya kenapa bisa ada disini, dia bilang, dia mau ke rumah temen buat main futsal di deket Puri. Takdir yang aneh, walaupun dia sudah menolong motor gua yang ternyata businya lepas saat gua rem. Gua ga bilang terima kasih, tapi pergi gitu aja. Saat di depan toko anjing, gua baru merasa salah, harusnya gua bilang thks or apa gitu. Akhirnya gua berjanji dalam hati gua, kalau dia muncul lagi dalam hidup gua, gua bakal bilang terima kasih.
Sepertinya Tuhan emang uda mengatur semuanya, sekali lagi kita ketemu. Tapi kali ini, dalam keadaan berbeda. Saat itu, foto dia muncul di halaman depan facebook gua, foto dimana dia disitu lagi pakai baju kemeja dan terlihat lebih keren dari sebelumnya yang hanya pakai kaos oblong. Gua pun mengirimkan pesan di wall dia, dan berkata.
“ thks buat waktu itu di jalan, lupa bilang thksnya..” kata gua dan beberapa menit kemudian dia balas.
“ Sama-sama, sering-sering aja ya.. “ maksud dia ini ngeledekin gua supaya sering-sering mogok gitu apa gimana? Gua kaga ngerti. Tapi semua wall-wall di facebook kita berlanjut dengan kesapakatan kalau gua bakal traktir dia.
Kita janjian dan akhirnya untuk pertama kali dia nelepon gua. Gua bilang, gua akan ngajak dia makan di pizza hut puri. Kebetulan ada harga diskon buat berdua, hahaha, jangan pikir gua ini pelit ya, tapi emang lagi pengen aja. Kita janjian malam itu. Dia datang, dan kita bicara panjang lebar. Mengenal Daniel lebih dalam tentang siapa dia, yang pasti dia ini ternyata tinggal di daerah yang gak jauh dari tempat gua. Anaknya menarik,sopan dan yang pasti lugu sekali. Gua bukan cewek yang bodoh dalam menilai, tapi gua yakin banget,. Daniel itu terlalu polos sebagai cowok, apalagi ditambah dengan kalimat dia tentang kisah cinta dia yang berujung kalau dia di selingkuhi sama pacar dia,.
Saat-saat asyik lagi ngobrol. Tiba-tiba mantan gua muncul bersama gadis lain. Gua bingung, katanya dia mau kuliah di China. Lah kok tiba-tiba malah gandeng cewek. Gua memperhatikan dia berjalan, akhirnya dia sadar gua ada disana. Gua bangkit dan mendekatin dia.
“ Katanya loe ke China? Kok malah asyik pacaran?” kata gua emosi. Mantan gua sepertinya lebih berani membalas emosi gua dengan kalimat yang lebih menyakitkan.
“ Mau gua ke China atau Asyik pacaran? Ini kan bukan urusan loe? Loe kan bukan siapa-siapa gua?” mendengar kalimat itu gua langsung sakit di hati.
“ Maksud loe apa sih?” kata gua.
“ Eh, Angel, uda cukup ya loe mengontrol hidup gua, gua uda muak selama ini sama hubungan kita, loe pikir loe ini kecantikan hingga bisa suruh-suruh gua seenak hati loe. Gua senang akhirnya kita putus walau dengan alasan ke China. Karena gua sudah bosen lihat tingkah loe yang sok otoritir”
Mendengar kalimat itu, tangan gua spontan menampar dia. Rasanya sakit sekali mendengar orang yang pernah gua cintai bicara demikian. Daniel bangkit, menarik gua perlahan. Mengajak gua duduk. Gua ingin menangis, tapi gua menahan semuanya.
“ Gua mau pulang “ ucap gua langsung berjalan meninggalkan tempat makan, Daniel mengikuti gua sampai ke tempat parkir.
“ Angel.. “ teriak Daniel dan melihat dia,. Gua langsung menangis. Menangis karena harga diri gua sebagai perempuan telah hancur oleh hinaan mantan gua. Dia memeluk gua. Dan kalimatnya yang indah membuat gua tersadar untuk berhenti menangis.
“ Angel, jangan menangis untuk orang yang menyakiti loe, tapi menangis untuk kebahagiaan loe karena akhirnya loe tau siapa pria itu..”
Daniel benar, gua gak boleh menangis karena orang stupid itu, harusnya menangis karena bahagia akhirnya gua tau cinta dia itu palsu.
***
Daniel seperti obat bagi kehidupan gua setelah makan siang berantakan itu, gua banyak menghabiskan waktu sama dia. Tapi gua gak pernah menganggap dia sebagai apapun selain teman. Lucunya, dia seperti banyak waktu untuk orang seperti gua, dia rela belajar main tenis untuk bisa main sama gua. Dia rela ke salon bareng gua sekedar creambath, padahal rambutnya kan pendek. Tapi semua dia lakukan untuk apa, gua masih bertanya-tanya dalam hati. Yang pasti hal itu biar menjadi rahasia dia.
Tapi gua sempat menunjukan kalimat yang mungkin menurut gua sangat keterlaluan. Suatu ketika. Didepan sahabat-sahabat gua. Seorang teman bertanya sama gua.
“ Angel loe jadian ya sama Daniel?”
“ Heh, ga salah loe? Mana mungkin, Daniel itu kan bukan tipe gua, ga level lah ya..” gua mungkin hanya ingin bercanda saat itu, tapi saat itu Daniel muncul. gua terdiam. Dia hanya tersenyum. Gua yakin dia mendengar kalimat itu, dan waktu berjalan gua melupakan semua kalimat jahat gua itu sama dia.
Daniel memang pria yang sangat baik, dia tidak pernah merasa sedih dengan kalimat-kalimat gua. Dia tetap selalu setia ada dalam hidup gua. Dia rela menjaga anjing gua di rumah saat gua pergi keluar kota sama keluarga. Padahal gua tau dia alergi sama bulu anjing. Jadi kalau pas gua jemput anjing gua, muka dia merah-merah gitu. Pas gua Tanya, dia bilang cuma salah makan padahal akhirnya gua tau, dia itu alergi bulu anjing.
Entah apa yang dipikiran Daniel. Mengapa dia sangat baik sama gua. Lama-kelamaan gua jadi mempertanyakan kebaikan dia. Di suatu malam, entah karena gua lagi bad mood karena habis rebut sama nyokap. Gua langsung mempertanyakan semua yang ingin gua tau.
“ Kenapa sih, loe ini ini baik sama gua?” Tanya gua.
“ Gua baik sama siapapun kok, buat apa jahat sama orang?” jelas dia ngambang.
“ Tolong jujur, loe ini suka gua apa nggak, dan kebaikan loe ini ada maksud untuk merebut hati gua apa gimana?”
Daniel terdiam menatap wajah gua hampa dan berkata.
“ Angel, gua mungkin suka sama loe, tapi rasa suka gua? tidak akan sebesar keinginan gua untuk berharap menjadi kekasih loe, menjadi sahabat loe saja sudah cukup bagi hidup gua. Ngerti..”
“ Tapi gua ga mau dibaikin sama loe, gua gak mau loe salah paham. Gua Cuma ingin loe tau, kebaikan loe itu bikin gua merasa bingung, karena gua sama sekali gak kepikiran loe jadi pacar gua.”
“ Ya, gua tau kok. Gua pun ga kepikiran sama kesana. Tenang aja..”
Tapi gua tetap ragu dengan jawaban dia, sejak saat itu gua putusan untuk gak mau ketemu dia. Gua juga merasa risih dengan gosip dari semua orang kalau kita adalah kekasih. Sebagai cewek, rasanyaDaniel tidak pantas untuk gua. Itu lah kesombongan yang selalu gua pertahankan. Sejak saat itu, gua selalu menghindari Daniel. Ga angkat telepon dia, sampai lebih buruknya menghapus dia dari facebook gua. Gua tau, dia sering mencari gua, sering kirim pesan ke facebook gua, mempertanyakan mengapa gua harus menghindar dan membenci dia secara tiba-tiba. Tapi gensi yang tinggi untuk menjawab akhirnya membuat gua melupakan dia tanpa ampun. Gua bilang lewat pesan facebook.
“ Jangan pernah muncul dalam hidup gua, kalau emang loe anggap gua teman, kalau loe muncul itu hanya bikin gua stress.” Ya, kalimat gua yang kasar untuk seorang Daniel yang tanpa salah.
3 bulan kemudian.
Adik gua Teddy, mengalami sebuah kecelakaan motor. Kakinya patah dan lebih buruknya lagi nyawanya terancam karena dia kehilangan darah yang sangat banyak. Golongan darah adik gua termasuk langkah, berjenis 0, sedangkan stock rumah sakit kosong, akhirnya gua terpaksa meminta tolong sama teman-teman. Celakanya mereka semua gak ada yang punya jenis golongan darah itu. Dokter bilang, dalam waktu 24 jam, stock darah harus ada. Gua cemas. Gua gak mau kehilangan adik gua, setelah kehilangan bokap gua karena meninggal.
Gua terus berdoa dan menulis status gua di facebook tentang kebutuhan darah 0 untuk adik gua. Karena terlalu stress akhirnya gua malah ketiduran dan pasrah. Tiba-tiba saat gua terlelap, suster bilang ke gua. Adik gua sudah mendapatkan donor. Gua begitu bahagia. Darah yang paling sulit itu akhirnya ditemukan. Gua ga terlalu mikir siapa yang mendonorkan darah itu karena lebih mementingkan adik gua selamat dulu karena akan operasi. Tuhan memberkati adik gua, dia selamat dan akhirnya lolos dari masa kritis.
Saat gua lagi santai, suster yang tadi kasih info donor tanpa sengaja bertemu. Gua pun bertanya, siapa donor yang berbaik hati, gua ingin mengucapkan terima kasih. Suster itu bilang.
“ Dia cowok, umurnya 24, tinggi, putih, tapi dia menolak untuk disebutkan namanya. Abis donor langsung pergi gitu aja, uda saya suruh istirahat dulu, tapi gak mau, katanya ada keperluan, padahal darahnya banyak loh yang diambil.”
Ya siapapun dia, gua berterima kasih. Saat gua sudah mulai tenang. Dan adik gua sudah bisa bicara. Seorang sahabat menelepon gua. Dan berkata hal yang sangat mengejutkan.
“ Angel. Daniel kecelakaan mobil. Dia kritis di rumah sakit pik.”
“ Kok bisa?” Tanya gua dalam hati.
“ Loe mau jenguk gak?”
Bodohnya lagi, saat itu gua putuskan untuk tidak menjenguk. Gua masih merasa malu untuk bertemu dia walaupun temen gua bilang dia kritis. Gua heran, sebenarnya gua ini makluk ciptaan tuhan yang gimana sih? Kok gua tiba-tiba gak punya hati untuk seorang yang baik seperti Daniel walau dia sedang kritis.
Seminggu kemudian, gua mendapatkan kabar kalau Daniel dipindahkan ke rumah sakit Singapura untuk perawatan yang lebih baik. Gua masih gak bergeming. Lama-lama gua jad penasaran juga dengan kondisi Daniel. Sampai akhirnya, gua mencuri-curi waktu dengan melihat facebook dia. Sebuah wall dari sahabatnya membuatnya gua sangat terpukul. Tulisan yang membuat gua merasa menjadi gadis yang sangat berdosa. Status terakhir Daniel yang terbaca setelah beberapa hari sebelum kejadian dia kecelakaan,
“ Daniel, adik Angel masuk rumah sakit, dia butuh golongan darah 0. Loe bukannya golongan darah 0. “
“ Iya, gua tau,, gua lagi otw kesana..”
gua jadi teringat kalimat suster tentang sosok Daniel. Dan gua akhirnya paham, mengapa dia gak mau sebutin nama dia saat mendonor, orang semulia ini yang rela menolong tanpa pambrih telah gua lewatkan dalam hidup gua. Gua sangat menyesal. Dengan segara cara gua mencari tau keberadaan Daniel. Gua mencoba telepon dan sms tapi telepn dia ga aktif. Sampai akhirnya gua menyerah. Gua hanya bisa berdoa dia lekas sembuh sehingga gua bisa ketemu dia
tapi rasanya semua itu hanya jadi mimpi. Karena sahabat gua berkata dan membuat tubuh gua lemas.
“ Daniel udah disisi tuhan”
Hati gua hancur. Retak dan sangat menyesal. Bahkan gua gak sempat mengucapkan terima kasih atas kebaikan dan ketulusan dia disisi gua. Kalau saja gua bisa menarik waktu dan mengubah segalanya, gua akan meminta maaf dan menyadari betapa dia sangat berharga lebih dari arti seorang kekasih.
Dia adalah seorang sahabat yang telah mengajarkan gua tentang arti cinta kasih, tentang sebuah pengorbanan dan kehidupan.
Daniel, mungkin loe gak akan pernah jadi kekasih gua. Tapi loe akan menjadi bagian dalam hidup gua. Dan biarkan gua meminta izin untuk mengatakan kepada dunia kalau loe adalah kekasih gua, walau terlambat.
Semoga kisah ini menjadi kisah yang memberikan arti bagi kalian untuk mengerti kebaikan diatas segalanya.
My Idiot Brother
Sebenarnya apa sih arti kebahagiaan. Buat gua, kebahagian itu dilihat dari siapa saja yang ada di sekitar kita. Buat gua, kebahagiaan itu. Seharusnya dalam hidup gua, hanya ada orang-orang yang berarti.
Tapi, sayangnya kebahagiaan yang gua miliki rasanya dikotorin oleh pikiran gua sendiri. Alkisah, gua punya keluarga lengkap, ayah, ibu dan seorang kakak laki-laki. Tapi kakak laki-laki gua ini sangat berbeda. Dia seperti penghalang kebahagiaan dalam hidup gua, bukan karena dia pinter ataupun bisa merebut kasih sayang orang tua gua. Tapi karena dia idiot. tapi dari dia, gua belajar akan satu hal, satu hal yang mengajarkan bahwa dialah malaikat dalam hidup gua yang berwujub manusia
Idiot dalam arti kata bego, cacat dan bikin malu gua sebagai adik. Ga ada yang bisa gua banggakan dari dia, umurnya uda 5 tahun lebih tua dari gua, tapi begonya seperti 10 tahun lebih mudah dari gua. Gua gak heran, nyokap sampai harus rela nunda kelahiran gua 5 tahun kemudian, hanya demi merawat dia. Dalam bahasa kedokteran, dia itu kena sindrom Down yang bikin otak dia itu bego. Ga penting apa penyakit yang dia bawa sejak lahir, seharusnya dia itu ga pernah ada aja, karena menurut gua, dia itu hanya bikin malu gua.
Sejak kecil, gua selalu bilang ke nyokap. Kalau mau jemput gua di sekolah, jangan pernah bawa Hendra ( nama kakak gua) atau gua ga kan akan pernah pulang bareng mereka. Nyokap tetap cuek aja bawa kakak gua itu. Akhirnya kalau mereka datang, gua kabur dari sekolah dan memilih pulang sekolah dengan jalan kaki.
Sampai di rumah, nyokap bakal marah sama gua dengan kata2 yang sama,
“ Angel, kamu ini ga tau berterima kasih, Mama sama kakak kamu sudah cape2 jemput kamu, kenapa malah kabur?”
“ Siapa bilang Angel kabur?”
“ Kakak kamu walau seperti ini, tapi dia itu gak akan lupa muka adiknya yang lari dari dia?”
Gua terdiam dan bisa bayangkan kalau kakak gua nunjuk2 tangannya saat gua berusaha lari dari mereka,
“ Siapa suruh bawa dia, Angel kan malu punya kakak bego kayak gitu.. angel sudah bilang jangan jemput kalau ada dia.. ” kata gua langsung lari ke kamar.
Gua, ga pernah mau mengerti? Apakah kalimat yang gua ucapin itu, bisa membuat kakak gua ngerti kalau gua ga suka sama dia. Tapi kalimat itu cukup bikin nyokap marah. Ga peduli ya.. yang penting. Gua gak mau diledekin teman-teman karena punya kakak idiot seperti dia.
***
Sebenarnya kakak gua, gak terlalu jahat dan bikin repot gua dalam kesehari-hariannya. Dia bisa makan sendiri, bisa mandi sendiri dan bisa main sendiri tanpa perlu ditemenin siapa-siapa. Kalau tiba-tiba dia muncul saat gua lagi asyik nonton tv, gua selalu suruh dia pergi, dengan wajah dia yang bego dan mukanya yang culun. Dia malah maksa ikut nonton sama gua. Karena kesel gua teriak.
“ Eh idiot pergi deh, gua males banget loe nonton sama gua.. sana pergi..”
“ Angel.. adik.. kenapa benci sama kakak..” kata dia sepatah-patah,
Gua terdiam.
Sebenarnya ga ada jawaban kenapa gua harus benci dia. Gua Cuma merasa, hidup gua ini ga seperti teman-teman gua yang lain. Punya kakak yang normal, bisa jadi pelindung gua. Jadi teman ngobrol gua. Tapi kakak gua.. rasanya mustahil.
Akhirnya gua mengalah dan pergi dari ruang tamu, membiarkan dia nonton tv sendiri.
Dulu, gua gak terlalu peduli dan gak pernah sebenci itu sama kakak gua, waktu kecil, gua sering main boneka sama dia, main lari-larian. Atau berbagi tv yang sama. Gua merasa semua baik-baik saja sama dia, sampai akhirnya ketika gua mulai remaja dan pindah ke sekolah menengah pertama (SMP), semua berubah. Awalnya teman-teman gak ada yang tau kalau kakak gua itu idiot, sampai akhirnya seiring waktu banyak yang melihat sendiri kakak gua ketika nyokap jemput gua sama dia, gua mulai merasa malu. Teman teman gua yang mulai tau, kalau gua punya kakak idiot, mulai suka ngomongin gua di belakang. Kalau ada soal pelajaran yang di depan kelas ketika gua harus maju untuk jawab saat disuruh pak guru, dan gua gagal. Ada suara teriakan yang bikin hati gua sakit.
“ pantes aja ga bisa, secara.. kakaknya aja idiot, apalagi adiknya..”
Mendengar itu, gua jadi kesel sendiri. Dan pulang ke rumah, kalau dulu kakak gua langsung ajak gua main boneka, kali ini boneka yang dia kasih ke gua, langsung gua lempar,
“ jangan main sama gua lagi,..”
“ Ke.. napa ?” Tanya kakak gua.
“ Gua malu punya kakak idiot kayak loe..”
Dia terdiam. Mungkin berpikir apa yang gua lakuin ke dia.tapi gua ga peduli. Jadi mulai saat itu setiap dia ajak gua main, gua akan marah dan gak mau. Nyokap selalu suruh gua main sama dia dan gua malah nangis.
“ Mama, kenapa sih Angel punya kakak cacat kayak gitu, Angel kan malu di sekolah teman-teman pada ledekin angel.. idiot, bego-lah ini itu, angel malu ma..”
Mama malah nampar gua dan kakak gua ngeliat itu. Dia langsung tarik tangan mama gua.
“ dasar anak gak tau diri, berani-beraninya kamu ngomong gitu ke mama dan kakak kamu..”
“ salah apa Angel, salah kalau ngomong jujur kalau angel malu.. malu punya kakak kayak gitu.. cacat, bego, idiot…” kata gua sambil lari ke kamar.
nyokap hanya bisa peluk kakak gua, kakak gua yang mungkin cacat, dia pasti mengerti rauk wajah gua yang emosi dan marah. Nyokap hanya bisa nangis dan kakak gua belai rambut dia dengan perlahan seperti membelai kucing yang sering dia temukan di jalan.
***
Bokap gua, kerja di di pertambangan jadi gak pernah pulang kalau setahun sekali. Kalau pulang pun, dia lebih banyak habisin waktu sama kakak gua yang cacat, padahal gua juga anaknya, tapi kasih sayang ke gua Cuma sebatas ngasih duit dan cium di kening, beda sama kakak gua yang dianggap anak emas. Gua ga perlu iri dengan yang ini, yang penting gua dapat uang saku sebab gua tau, nyokap ga akan kasih duit ke gua kalau ga ada ember-ember mau temenin kakak yang idiot untuk main bersama.
Yang namanya remaja, pasti mulai merasakan jatuh cinta. Jadi, di sekolah seberang, ada anak ganteng yang gua suka banget namanya Aji. Gua sering ngeliat dia main basket bareng anak-anak cowok di sekolah gua di taman. Suatu ketika, gua sampai rela-rela jadi pembokat klub basket sekolah yang khusus bawain minum buat pemain basket Cuma untuk kenal sama dia. Gua gak jelek dan juga cantik, tapi gua yakin kalau cinta yang tulus pasti kelak akan terbalas.
Tanpa gua sadari, Aji sering liat gua jalan kaki pulang ke rumah, dia kan naik motor. Merasa kasihan atau emang suka sama gua, akhirnya dia nawarin tumpangan. Astaga, hati gua benar-benar berbunga-bunga banget ketika tawaran itu datang ke gua. Tapi gua tau, akan jadi masalah kalau sampai dia tau rumah gua dan ngeliat kakak gua yang cacat, dengan terpaksa gua suruh dia anterin gua jauh 100 meter dari rumah gua, sebab gua tau, kakak gua selalu sambut gua di depan rumah setiap gua mau pulang. Apa jadinya kalau dia tau gua punya kakak cacat, pasti dia ilfeel sama gua.
Tanpa terasa , gua semakin dekat sama dia. Impian gua untuk punya pacar seperti dia nyaris tercapai ketika dia undang gua ke ulang tahun dia sebagai tamu istemewa. Gua tentu harus kasih dia hadiah yang istemewa. Oleh karena itu, gua harus sogok nyokap gua dengan berpura-pura baik dan mau main sama kakak gua yang idiot itu sampai duit gua ke kumpul untuk kasih hadiah ke Aji. Diam-diam, gua pernah nanya ke dia, mau hadiah apa kalau nanti ultah.
“ apa aja dari kamu aku terima kok, walau hanya bunga di jalan..” ujar Aji yang bikin jantung gua nyaris copot karena romantis
Dari teman-teman dia, gua tau. Aji paling suka yang namanya helm sport. Tapi harganya mahal banget, dan gua tau, apapun yang gua lakukan sekaligus jadi baby sister kakak gua yang cacat, gak akan dapat beli itu helm. Terpaksa gua mikir hadiah lain untuk dia. Sambil nemenin kakak gua main, gua jadi baying-bayangin apa yang harus gua beli. Kakak gua yang merasa gua suka bengong lalu nanya.
“ Kok , main monopolinya lama , adik bengong ya..?” kata kakak gua yang walau idiot jago sekali itu duit.
“ mau tau aja, “ kata gua sambil melangkahkan langkah monopolinya.
Tiba-tiba gua jadi kepikiran, mungkin gak ya, kakak gua yang idiot ini punya duit untuk sumbang bantu gua beli helm.
“ Eh, kak, punya duit gak?” kata gua dan dia langsung nyodorin duit monopoli yang bikin gua BT.
“ Duit beneran tolol, bukan duit kayak gini, duit kayak gini gua juga banyak..”
“ buat.. apa?” Tanya dia kalau ngomong suka kepatah-patah khas orang tolol.
“ ada kagak..?” Tanya gua kesel.
Tiba-tiba dia hilang ke kamarnya dan balik lagi dengan toples yang berisi uang benaran.
“ ini.. untuk adik..”
“ sumpeh loe.. duit ini hasil tabungan loe selama ini, banyak bener..”
“ untuk adik.. kakak kasih..”
“ yakin..”
“ ia.. tapi temanin kakak beli permen di supermarket..”
“ Cuma itu doang syaratnya.. gampang banget. Capcus yukkk” kata gua sambil gandeng dia ke supermarket terdekat.
Akhirnya berkat kakak gua, gua bisa beli hadiah terindah untuk Aji. Rasanya bahagia sekali, tapi gua tau, aji ini pasti bakal undang banyak orang dalam ulang tahunnya. Jadi gua harus jadi special di hari itu, gua harus dandan yang cantik dan benar-benar terlihat hebat di pesta ulang tahun dia.
Sampailah tiba pada waktunya.
“ mau kemana Angel?:” Tanya nyokap gua sambil nonton tv sama kakak gua.
“ mau ke ulang tahun teman. “
“ kamu ada ambil duit kakak kamu ya?” Tanya nyokap.
“ kagak tuh, dia yang ngasih sendiri, Tanya aja sendiri sama dia..”
“ ooo. Pantesan duit tabungan dia habis,. Kamu tau gak, dia nabung duit itu buat beli kado ulang tahun kamu minggu depan.. “ kata nyokap yang langsung bikin gua sadar kalau minggu depan gua ulang tahun.
“ oo. Gitu, makasih deh, sama aja kan duitnya juga ke angel sekarang.”
“ mau ke ulang tahun dimana Angel..”
“ disamping sekolah itu, kafe hijau. Si kakak juga tau, kan sering minta beli es hijau disana..”
“ yauda, hati-hati..”
Dengan perasaan bebas merdeka tanpa larangan nyokap, akhirnya gua melangkah kaki seribu menuju ulang tahun Aji. Sampai disana, gua benar-benar ga salah tebak, banyak cewek2 yang diundang ke ulang tahun dia, termasuk Agnes, musuh bubuyutan gua di sekolah yang suka reseh. Saat gua masuk ke dalam dia langsung negur gua.
“ eh adiknya si idiot, datang juga kesini.. ngapain? Gak bawa kakak loe kesini? “ kata dia dan gua diem aja.
Gua melihat Agnes uda bawa kado dan tiba-tiba teringat kalau kado gua ketinggalan di rumah.
“ kado dari gua istemewa loh, kado dari loe mana ngel? Jangan bilang loe datang Cuma mau numpang makan gratis.’
“ gak usah reseh deh u. gua punya kado, kado yang gak perlu gua kasih liat ke loe..”
“ oh ya.. Alhamdulillah ya..( berujar mirip arti syarini) masih tau diri juga..”
Agnes pergi ninggalin gua, dan gua merasa bodoh sekali ketinggalan kado untuk Aji, kalau balik lagi ke rumah pasti acara penting pemberian kue ulang tahun pertama dari Aji bakal kelewat. Gua gak akan rela kalau si Agnes yang dapat kue pertama. Gua pun berpikir memeras otak untuk membuat suasana jadi gak rusak.
Dirumah.
Kakak gua yang bodoh itu, tiba-tiba ngeliat hadiah kotak yang gak sengaja terletak di lantai, jadi kado itu ketinggalan saat gua lagi iket tali sepatu, dan langsung ninggalin begitu aja. Dia tau dan pasti inget kalau gua akan ke pesta ulang tahun yang tadi gua sebutin, dengan nekad dia bawa kado itu sendirian tanpa sepengetahuan nyokap gua yang lagi cuci piring di dapur. Walau bersusah payah mengingat jalan, akhirnya dia tiba juga di depan tempat kafe hijau sambil bawa kado di tangannya.
Ketika pesta berlangsung dan Aji mulai mau sebutin kue pertama dia, gua dan Agnes saling berpikir untuk mendapatkannya. Tapi tiba-tiba Aji menyebut nama gua, gua senang banget dan maju dengan muka kemenangan di depan Agnes yang sewot mampus.
“ aji maaf ya, kadonya ketinggalan nanti aku kasih besok pas di lapangan basket ya..”
“ iya gapapa, ini kue pertama special untuk kamu.”
Dan saat moment penting itu, kakak gua yang idiot muncul. Sambil berteriak.
“ adik.. adik.. adik… ini kadonya.. kadonya..”
Semua orang melihat ke kakak gua. Dan aji pun gitu. Muka gua langsung terkejut. Agnes mengunakan kesempatan itu sambil berkata.
“ wah, kakaknya si Angel datang tuh, si idiot.. akhirnya adik dan kakak idiot berkumpul hahahaha ”
Kakak gua yang marah kerena merasa Agnes meledek gua, langsung menyerang Agnes hingga mukanya jatuh ke depan kue ulang tahun dan terceplak di mukanya. Gua yang malu melihat kejadian itu langsung panic. Aji bertanya.
“ itu kakak loe..” gua bengong sambil tak bisa menjawab apa-apa
“ bukan.. dia bukan kakak gua..” kata gua lari keluar dari pesta dan merasa malu sekali, karena panic tanpa sadar sepeda motor melaju cepat dan menabrak gua sampai akhirnya gua terpentar tanpa bisa melihat apapun selain orang terakhir di atas bayangan mata gua adalah kakak gua yang berteriak-teriak
Adik.. adik..
***
Dua minggu kemudian, gua terbangun, terbangun dengan kondisi tanpa bisa mengerakan kaki dan tangan gua, tulang leher gua patah karena tabrakan itu. Nyokap sama bokap ada disamping gua. Tapi ada yang kurang lengkap dari kedua orang itu, yaitu kakak gua.
“ ma, aku dimana?” kata gua sambil merasakan mata yang sakit.
“ dirumah sakit.. kamu uda gak bangun sejak 5 hari lalu, kamu koma selama itu.”
Gua melihat sekeliling dan memang gua ada di rumah sakit dan beberapa alat kedokteran,. Tapi bukan itu yang gua mau lihat. Gua mau lihat kakak gua, gua merasa dalam tidur gua, selalu terbayang dia. Bayangan dimana mimpi saat masa kecil yang bahagia bermain sama dia, dia gendong gua, dia kasih makanan yang gua suka dan terakhir dia bilang dia sayang gua dengan terpatah-patah.
“ kakak mana?”
Nyokap menangis, dan bokap terdiam dengan berat hati berkata.
“ dia lagi dirawat di ruang sebelah ..”
“ loh dia sakit apa? Kok juga masuk rumah sakit?”
Gua bangkit dan bonyok membantu gua berjalan ke ruangan sebelah dan melihat kakak gua yang sedang tertidur sambil meluk boneka yang dulu sering dia kasih ke gua.. gua melihat kakak gua dengan keprihatinan dan matanya kedua tertutup dengan perban,
“ kakakmu memberikan kedua matanya untuk kamu, ketika kecelakaan kamu terjatuh dan kedua matamu rusak karena cairan laksa yang dibawa motor itu terkena mata kamu.”
“ astaga. Jadi kakak ga bisa ngelihat lagi dong..”
Gua menangis saat mendengar kalimat itu.
“ bukan Cuma itu, ada pendarahan yang terjadi setelah operasi dan kakak kamu jadi kritis gini.”
Gua meraih tangan kakak gua, sambil berkata.
“ kakak, bangun, maafin Angel.. kakak, bangun. Angel janji setelah kakak sembuh, angel akan sayang sama kakak lagi.. angel mohon..”
Tangan kakak gua bergerak dan berkata dengan seperti biasanya.
“ adik.. adik.. kakak sayang kamu.. selamat ulang tahun” kata kakak gua untuk ucapaan terakhir dia
Dan kalimat itulah terakhir yang gua dengar dari dia. Dia telah pergi untuk selamanya, selamanya untuk membuat gua tetap hidup dengan kado kedua matanya untuk gua. dokter sempat menolak untuk memberikan matanya ke gua, tapi kakak gua ngotot. dia merasa tidak boleh ada orang lain yang cacat yang sama di keluarga ini selain dia, mama juga nolak, tapi kakak gua marah dan gak mau makan sampai dia bisa kasih kedua matanya untuk gua. akhirnya mama luluh, dia ikhlas, dan opearasi ke gua berhasil tapi kakak gua alami pendarahan dan akhirnya kritis dan pergi untuk selamanya. Selamanya untuk membuat gua merasa tak perlu merasa malu memiliki kakak seperti dia. Dia bukan hanya seorang kakak yang bertahan atas penderitaan yang dia miliki sebagai anak yang lahir dengan kerterbatasannya, tapia dia adalah seorang kakak berhati malaikat yang tanpa pernah berhenti mencintai gua sebagai adiknya.
Tanpa pernah merasa sakit hati oleh kalimat kalimat yang terkadang lebih menusuk daripada gua memukulnya dengan keras.
Kakak, karena dirimu lah kini aku sadar,
Aku tidak terlahir untuk sempurna tanpamu, walau dunia ini mungkin tidak pernah adil untuk kehidupanmu saat ini, apapun yang kamu lakukan atas dasar yang kau pikirkan, kaulah tetap kakakku yang terbaik, terbaik yang ingin pernah kusampaikan kepada dunia.
Bahwa hanya ada satu kesempatan untukku bersamamu dalam hidup ini yaitu saat saat kau hidup bersamaku.
selamat jalan kakak tercintaku
Gaby dan lagunya – the untold love story
Aku baru pertama kali mengenalnya saat ia datang padaku, disaat itu aku akan selalu ingat. Hujan begitu lebat dan ia ada di depan halaman rumahku. Berdiri melindungi sesuatu di tangannya. Sekilas aku bisa melihat ia membawa gitar yang tertutupi oleh jaket kulit. Menurutku itu sangat aneh, ia lebih mengutamakan gitarnya kebanding tubuhnya yang basah kuyup oleh dinginnya hujan. Segera aku berlari mendekatinya, menawarkan ia untuk berteduh di dalam rumahku.
Ia menolak karena tak ingin merepotkan aku, tapi aku yakinkan kalau tempatku ini aman dan tidak akan ada yang melarangnya untuk berteduh hingga hujan turun. Dari perkenalan itu aku memanggilnya Popo, pria lajang berusia 25 tahun yang juga seorang musisi. Saat aku tanya mengapa ia lebih memilih melindungi gitarnya kebanding dirinya sendiri. Dengan santa ia menjawab.
“ Baginya gitar ini adalah nyawa pertamanya, suara hatinya dan kekasih tak bernafas.”
Ah, aku pikir mungkin dia sudah gila tapi perkenalan itu membawakan sebuah janji. Janji dimana ia akan datang padaku sebagai seorang guru yang akan mengajarkanku cara bermain gitar. Seuatu yang baru dalam hidupku. Tapi satu-satunya membuatku ingin belajar adalah ketampanan wajahnya yang membuatku tak berdaya kalau dia benar-benar pria sempurna yang baik hati.
Gaby sedang menatap hujan
Ia hanya butuh waktu 3 hari untuk menetapi janjinya datang padaku, kali ini dengan sebuah gitar yang sama, ia mulai mengajarkan aku bagaimana mengerti indahnya petikan senar gitar. Aku memang bodoh tapi dengan cepat mau belajar untuk mengerti caranya bagaimana bermain gitar, melihat keseriusanku ia cukup bangga. Hanya dalam waktu 2 minggu aku sudah mahir, ia menawarkanku untuk bergabung dalam band yang ia bentuk. Namanya caramel Band. Band yang semanis rasanya, tanpa basa basi aku setuju tanpa pernah tau kalau band itu mengalami sebuah masalah.
Aku dikejutkan dengan seorang pria bernama Nando, satu dari anggota band yang laki2 selain Popo, sisanya dua orang kakak beradik Angel dan Agnes. Mereka menerimaku dengan tangah hangat, tapi yang paling membuatku terkesan mungkin hanya Popo, ia membuatku menjadi seorang bintang walau suaraku sangat lebih dari buruk. Ia membuatku percaya diri untuk menjadi vokalis band itu, anehnya tak ada yang menolak dan memastikan saat itu aku adalah seorang vokalis.
Kami mulai berlatih, aku mulai dekat dengan semuanya tapi aku menyadari Nando memiliki sedikit masalah tempramentel, ia sangat mudah emosi. Walau tidak ia tunjukkan padaku, tapi ia sempat marah ketika seorang wanita cantik bernama Gitta muncul di hadapan kami saat kami sedang mengisi acara di cafe dimana kami selalu mengisi acara disana. Nando seperti ingin menerkam gadis itu dan aku baru menyadari akhirnya kalau wanita itu adalah vokalis yang sesungguhnya sebelum aku menggantikannya.
Semua mungkin tidak menyukainya terkecuali Popo, ia tetap baik padanya, hingga aku tau, kalau Gitta dan Popo pernah menjalin sebuah hubungan spesial sebelum Gitta pergi dengan pria yang lebih baik. Entah mengapa saat itu, ada sedikit sisi hatiku merasa cemburu dan aku boleh menyebutnya cemburu. Sejak saat pertemuan itu beberapa kali Gitta hadir disana seolah ia ingin kembali sayangnya Nando menolak dan tidak sudi dia ada disana
Aku tidak tau mengapa Nando begitu membenci gitta. Angel bilang padaku, Gitta telah menghancurkan keutuhan band saat ia memutuskan keluar, gara-gara keluarnya Gitta band ini gagal di final kompetesi sehingga harus mengubur mimpi mereka menjadi band rekamanan. Inilah impian setiap band termasuk band Caramel.
Aku melewatkan hari-hariku dengan kecemasan melihat kedekatan popo dan Gitta. Tapi aku juga takut mengungkapkan perasaanku kepada Popo kalau sesungguhnya aku mencintainya. Sampai akhirnya tanpa aku sadari Nando menyatakan cintanya padaku, aku terkejut, aku tidak pernah berharap dia yang menyatakan cinta itu, sayangnya aku tidak bisa menjawab apapun. Nando dengan sabar menunggu hingga aku bersedia menjadi kekasihnya,
Aku mendapatkan kesempatan bersama Popo setelah sekian lama ia sibuk dengan Gitta. Aku katakan padanya kalau Nando menginginkan cintaku. Dia terdiam, dan aku tau, tentu saja ia tidak peduli. Aku tidak pernah ada di hatinya. Dia hanya memberikan senyum. Tapi sore harinya, aku malah melihat popo dan Nando bertengkar hebat. Aku tak tau apa yang terjadi tapi terdengar olehku kalau Popo bilang ‘ Ia mencintaiku tapi ia lebih mencintai band ini sehingga berharap tidak ada cinta di band ini, agar kejadian gitta tidak pernah terulang”
Sedih rasanya hatiku ketika seorang Popo berkata begitu, walaupun aku tau, ia hanya memiliki mimpi kalau band kami kelak menjadi sukses. Tapi aku paham, hidupnya mungkin hanya memiiki sedikit pilihan dan aku akan bersabar hingga kami bisa bersatu. Aku pun bertekad untuk berlatih lebih giat agar band kami menjadi juara di kompentisi band nanti sehingga bisa membuat Popo mendapatkan kebahagiaan dan impiannya.
***
Ketika aku merenung sendiri, Gitta mendatangiku ia memakiku dan membuatku bersedih karena berpikir akan merebut Popo darinya. Aku tidak sanggup berkata apa-apa, Popo melihatku menangis dan akhirnya kami bicara. Aku bertanya banyak hal, yang paling ingin aku tau, mengapa dia tidak menjalani hidupnya bersama Gitta kalau memang gadis itu begitu indah baginya.
“ Bagiku Gitta adalah masa lalu, masa depanku adalah kamu, bersabarlah untuk cinta kita, kita harus lalui impian kita terhadap band ini, baru aku bisa fokus untuk membahagiakan kamu”
Aku ragu dan merasa ini sebuah mimpi. Mengapa ia bisa memilih aku,
“ Karena kamulah yang membuat aku semakin kuat menjalani hidup ini, band ini bangkit karena kamu, dan kamu adalah harapan aku untuk terus bertahan. Bukan gitta,”
gitta sang mantan vokalis
Ia memberikan gital yang pertama kali mempertemukan kami, sebagai hadiah dan pecaya kalau nyawa keduanya bukanlah gital ini, tapi aku. Aku tersentuh, menyadari betapa bahagianya kami andai sajai impian kami sudah terwujub.
Demi Popo, aku menyimpan baik-baik janji cinta kami hingga kompetisi band berakhir dan mencapai mimpi kami.
Ternyata hidup tidak pernah selalu berakhir bahagia, kami meraih semua impian kami sebagai juara band, tapi di final, aku hanya berjuang bertiga dengan Agnes dan Angel. Tanpa pop dan nando yang mendadak tak bisa hadir, Popo mempertaruhkan nasib band itu padaku, dengan sedikit semangat yang kumiliki, aku berjuang untuk band itu, apa yang aku dapatkan selama ini dari popo menjadikan diriku mampu untuk kuat dan berjuang.
Saat aku hendak memberikan kemenangan ini kepada Popo, aku hanya mendapatkan sedikit tangis dari Nando yang meneleponku, ia mengatakan padaku untuk datang ke rumah sakit segera saat itu juga, hatiku mulai gelisah, ada yang membuat hatiku kalut. Kekalutan itu membuatku semakin tak kuasa ketika tau Popo mengalami sebuah kecelakaan saat akan datang menuju tempat kompetisi.
Ia tidak ingin band ini berhenti di final untuk kedua kalinya sehingga meminta Nando menyerahkan semua nasib band ini padaku. Aku melihatnya terbaring tanpa membuka matanya, aku meletakkan tanganku di sampingnya, ia terbangun dengan suara tak banyak terdengar,
: Terima kasih Gaby, kamu membawa impian band kita, aku minta maaf tidak bisa menepati janji untuk melanjutkan cinta kita, mungkin tidak disaat ini, kalau Tuhan mengizinkan di lain kehidupan, aku berjanji untuk menjadi bagian dari kehidupan kamu.”
Aku tak kuasa berkata apa-apa selain menangis dan membiarkan itu menjadi kalimat terakhir dalam hidupnya untukku. Aku belajar satu hal dalam kehidupan, cinta tidak selalu harus ditunjukkan dengan ungkapan kasih sayang, Popo mengajarkanku cinta lewat apa yang ia bisa lakukan untuk membuatku menjadi seorang pemusik. Membuatku sadar bahwa aku memiliki arti di sampingnya dan dunia. Walau aku tidak bisa berbohong, aku tak kuasa hidup tanpanya.
Tak ada yang bisa aku lakukan untuk diriku sendiri setelah Popo meninggalkan aku untuk selamanya. Hanya ada dua hal yang aku tau setelah merenung begitu lama, Popo meninggal karena perbuatan kejahatan Gitta yang akhirnya terungkap dengan sengaja menciptakan kecelakaan, dan kenyataan kalau cinta kami memang tidak bisa bersatu di dunia saat ini.
Gitta mungkin benar dan membuktikan kata-katanya padaku.” DIA TIDAK AKAN PERNAH MEMBUATKU BAHAGIA DI DUNIA INI SELAMA MASIH ADA DI DUNIA INI DIANTARA KAMI.”
popo dan nando
Aku meletakkan gitar kenangan kami, mengayunkan jariku untuk terakhir kali. Tidak ada yang bisa aku buktikan kepada dunia tentang betapa aku kehilangan dirinya selain sebuah lagu yang bisa menjadi nyawa kedua untuk menyambung cinta kami. Lagu yang akan menjadi abadi sebelum aku putuskan untuk pergi selamanya, menyusul dunia kedua yang telah kami sepakati, tentang cinta yang tak akan pernah ada di dunia ini bagi kami,
Percayalah sahabat, cinta tidak harus ditunjukkan dengan kata-kata tapi cinta bisa ditunjukkan dengan sebuah perjuangan untuk meraih mimpi. Cinta bisa di tunjukkan dengan sikap dan aku bejalar itu dari sebuah pengalaman hidupku.
Selamat jalan Popo, Semoga Kehidupan kedua kita benar-benar ada saat aku telah berhenti bernafas nanti.
Happy birthday sad story
kalau hujan datang.. entah mengapa? Gua selalu merasa ada yang hilang dalam hidup gua. Hujan itu.. bagi sebagian orang menyenangkan, tapi bagi sebagian orang menyebalkan. Dua sisi yang berbeda dalam hidup ini dan tentunya bagaimana cara kita memandang dan merasakan. Tapi bagaimana kalau dalam hidup loe, loe harus merasakan dua orang yang berbeda. Dua orang yang membuat loe merasakan hal yang sama yaitu hanya cinta. Itulah yang gua alami, mencintai dua sisi manusia. Yang selalu dia banggakan dengan sebutan Black And White.
Apapun warna yang dia sebutkan, bagi gua nama dia tetap sama. Angel. Nama yang membuat gua akan selalu mengenangnya. Mencintainya entah hingga kapan gua bisa menunggunya. Semua terjadi 4 tahun silam. Gua berkenalan dengan seorang gadis yang menurut gua adalah sebuah misteri. Dia muncul dalam Facebook gua, bercuap-cuap apapun yang gua post. Gua seorang fotografer dan memanfaatkan semua hasil karya gua dengan posting updates di facebook gua. Akhirnya gua menawarkan dia untuk jadi model gua. Tanpa gua sangka, dia datang pada gua.
Gua selalu ingat kalimat pertama dia ketika gua Tanya nama dia “ Panggil gua WhiteAngel.” Mungkin rasanya gua ingin ketawa dengan nama itu, tapi apalah artinya sebuah nama, sesuai nama di facebook dia juga bukannya gua tau dengan sebutan WhiteAngel. Sifatnya begitu lembut layaknya seorang ibu, dan akhirnya kita menjadi dekat. Kita berhubungan jarak jauh karena dia tinggal di luar kota gua, berkomunikasi lewat sms dan tiba-tiba mengucapkan sebuah kalimat sama gua.
“ Can Angel love u forever? Whatever my name Black or White?”
Gua bingung, sebenarnya gua juga jatuh cinta sama dia. Akhirnya gua baru menyadari kalau dia pun merasakan hal yang sama. Kita putuskan untuk jadian walau hanya lewat sms or telepon2an.Setiap malam, gua selalu merindukan dia, mendengarkan suara dia. Sampai akhirnya gua mendapatkan beasiswa fotografi di Australia.Berat untuk gua mengatakan sama dia kalau gua harus pergi. Dengan tenang dia berkata sama gua.
“ Jalan hidup ditentukan oleh pilihan hati, lakukanlah kalau emang itu sudah jalannya”
Gua mengajak dia untuk ketemu terakhir kalinya, tapi dia bilang kalau dia sedang sibuk karena adiknya sakit. Akhirnya gua ga bisa berbuat apa-apa selain pergi tanpa sempat bertemu dengan dia. Walau jarak memisahkan kita lebih jauh lagi, 1 tahun kita jalanin hubungan jarak jauh ini.Dia sering emailin gua untuk mengabarkan keadaan sehari-harinya hingga hanya tahun pertama gua dan dia mulai jarang mengirimkan kabarnya. Pesan terakhirnya sama gua di email terakhir begitu menyedihkan untuk gua baca.
“ Sorry, gua harus menghilang dan semoga loe sukses ya, cinta terindah gua..”
Gua sedih tapi memaklumi keadaan ini, resiko hubungan jarak jauh begitu menyakitkan. Tapi walau kita sudah tidak berhubungan, dia selalu tak lupa mengirimkan ucapan selamat ulangtahun untuk gua hingga tahun ketiga lewat sms, tapi kalau gua balas, dia gak akan balas lagi. Akhirnya gua lulus dari beasiswa gua, gua bertekad ketika pulang untuk mengulang cinta gua dengan Angel. Gua datangin kota dan alamat yang pernah gua catat tentang tempat dia tinggal. Gua tau dia tinggal sendirian, di sebuah apartement. Saat gua datang dengan sedih gua harus menelan pil pahit kalau dia sudah tidak tinggal disana.
Mungkin Angel memang ingin melupakan gua, setahun berlalu setelah itu. Saat ultah gua tanggal 8 oktober. Gua mendapatkan sebuah mms berisi nyanyian ulang tahun dari Angel. Gua terkejut dan senang, dia bernyanyi ulang tahun untuk gua walau suaranya pas-pasan banget. Ternyata dia ga lupain gua.Inilah kesempatan gua untuk mencari dia, gua hubungin nomor itu dan diangkat,
“ Angel, thks ya uda kirimin gua ucapan ulangtahun, loe dimana bisa kita ketemu?” tidak ada jawaban cukup lama hingga akhirnya terdengar suara di balik telepon itu.
“ Gua tunggu loe di airport. Terminal 2 di kfc” Kata dia pelan,
“ loe lagi di sini, kenapa ga bilang-bilang, gua kesana ya..”
“ Ok..” suaranya terasa dingin.
Dengan sangat cepat gua pergi ke airpot dan langsung menuju kfc. Gua langsung mendekati dia yang sedang duduk dengan kacamata besar. Menyapa namanya dengan bahagia. Dia melihat gua dengan tajam.
“ Apa kabar ?” sapa gua “ baik” jawab dia melihat gua bingung.
“ Ferly..” kata dia “ iyalah, siapa lagi..” ucap gua tersenyum akhirnya bisa ngeliat dia lagi.
Gua bercuap-cuap sekian banyak tentang perasaan gua ketika dia tinggalkan tapi sepertinya Angel tidak terlalu ngerti dan nanggap hingga ia membuat gua berhenti bercerita dengan kalimatnya terakhirnya.
“ Gua butuh tempat tinggal, bisa gak? loe cariin untuk beberapa minggu” kata dia dengan seraya memerintah.
“ Hah..” kata gua bingung.
“ Gak usah banyak Tanya, bisa cariin atau gak? Kalau gak gua cari hotel aja..”
“ Gimana kalau dirumah gua, ada kamar kosong.” “ ok “ jawab dia. Dia bangkit berdiri dan gua merasa kok Angel jadi tambah tinggi dikit. Pakaiannya yang serba hitam semua membuat gua merasa ada yang lain dari sifat dia yang dulu lebih suka pakai baju putih. Dia meletakkan koper dia didepan gua sambil berkata.
“ Bawaain ini ke mobil, tunjukkin jalan?”
Gua hanya bisa memandang dan melihat dia berjalan meninggalkan gua. dalam hati gua berpikir, mungkin dia masih marah sama gua karena pergi dari dia dan akhirnya gua pun mencoba memahami situasi ini. Karena gua tinggal dalam rumah kontrakan bersama teman gua, yang namanya Hendra, akhirnya gua putuskan gua tidur di kamar hendra yang kebetulan lagi mudik dan dia tidur di kamar gua. Angel yang saat ini membuat gua bingung, kenapa begitu dingin dan begitu membuat gua merasa asing.
Walau gua Cuma pernah ketemu dia sekali 4 tahun lalu tapi saat itu dia begitu hangat dan menyenangkan. Gua mengajak dia makan malam di sekitar rumah, tentunya restorant terbaik yang gua sering makan. Entah gua merasa dia tidak selalu memandang mata gua, dia selalu melihat ke arah sekitarnya. Saat makanan tiba pun dia hanya melihatnya dan tidak begitu selera karena gua akan selalu ingat dia sangat suka ayam goreng.
“ Kok ga dimakan? Cuma dilihatin aja? Ga selera ya”
Dengan matanya yang begitu tajam, dia bangkit.
“ Makanan disini tidak biking gua selera, gua kenyang ” kata dia.
Dengan terpaksa gua ikutin dia walau mulut gua baru aja mencoba sedikit rasa ayam yang harganya bisa semahal uang bensin gua sebulan, akhirnya gua bayar. Angel keluar lebih dulu, Saat gua keluar dari ruangan restorant, betapa terkejutnya gua saat itu dia lagi ribut-ribut sama bapak-bapak. Mereka lagi ngadu bacot, malah bapak itu tampangnya sangal, gua mendekat.
“ Kenapa sih Angel..”
“ Oh ini pacar loe, ajarin dia itu sopan santun dan tatakrama, emangnya dia siapa pakai larang-larang gua buang rokok sembarangan, gubernur aja kagak ngelarang!!!” teriak bapak itu.
“ Eh, bapak tua bau tanah, kalau rokok ini bikin kebakarang gimana, bisa tanggung jawab?” teriak Angel.
Gua menarik tangan Angel, membawanya kesamping, menahan emosinya.
“ Kenapa “ teriak Angel sama gua.
“ Aduh kenapa sih mesti ribut-ribut gitu, biarin aja dia mau buang rokok dimana aja, gubernur aja nggak ngelarang kok.. bener kata dia” kata gua.
“ Enak aja? Loe pikir gua bego!, ada denda 50juta, walau gua bukan orang sini, tapi gua tau ada peraturan gitu, loe ga usah bela-bela dia..”
Gua jadi heran kenapa dia marah sama gua. tau gini gua diem-diem aja. Akhirnya acara makan malamnya jadi gagal total.
***
Gua pikir sifat tempramenter Angel itu hanya sekali saat itu, tapi gua salah. Sifat dia yang begitu gampang marah selalu terjadi dimulai dari hal-hal yang tidak masuk akal dan cenderung bukan urusan dia. Dia bisa teriak-teriak marah kalau ngeliat orang ngerokok didepan dia, dia bisa marah bahkan nyaris mukulin anak sekolah yang ada di mal pada saat jam sekolah saat kita pergi ke mal. Walaupun begitu gua melihat dia sebagai Angel yang gua tetap cintai dan sayangi.
Walau sikap dia jadi kasar, dia tetap membuat gua merasa dia masih sayang sama gua, suatu hari gua ketiduran di depan sofa gua, dia gak sengaja ngeliat gua tertidur dan membawa selimut dari kamarnya untuk ditutupi ke tubuh gua agar hangat. Dia yang sekarang bukan orang yang romantis dengan sikapnya tapi gua yakin itu hanya karena rasa marah dia ke gua yang pergi dari dia.Yang lucu, dia suka bikin masakan untuk makan malam. Gua, begitu gembira menunggu makanan yang dia buat.
Dia menyuruh gua makan dan gua pikir enak, karena dia masak sup kari dan capcay. Walau menderita karena rasanya yang ambuladur tapi tetap gua habisin karena dari situlah gua tau dia masih peduli dan sayang sama gua. gua senang dia tinggal sama gua, walau gua gak pernah tau kenapa kalau siang-siang dia suka minta izin pergi tanpa kejelasan.Katanya sih mau ketemu seseorang, tapi seseorang itu benar-benar buat gua bingung. Tapi gua percaya, Angel pasti masih setia sama gua. walau kita ga pernah bilang kita balikan lagi sebagai kekasih dan dia tentunya punya dunia sendiri.
***
Suatu malam, gua mendengar sebuah pertengkaran hingga membuat gua terbangun. Betapa terkejutnya gua ternyata Angel lagi berantem sama Hendra teman satu kontrakan gua. Awalnya gua pikir Angel pasti kirain kalau Hendra maling dan berusaha untuk memisahkan mereka.
“ Cewek ini siapa sih, Fer, kok ada dirumah ini?”
“ Loe maling ya…” teriak Angel.
“ Bukan, dia ini teman kontrakan gua.. dia tinggal disini juga, yang gua ceritaian itu.”
“ Gua uda jelasin kalau gua ini yang tinggal disini, dia kagak percaya, kepala gua dihajar pakai sapu, sakit tau..”
Akhirnya Angel pergi ke kamarnya dengan nadah marah. Gua jadi ga enak hati sama Hendra yang sudah agak bonyok dipukulin Angel. Gua jelasin ke Hendra kalau dia itu teman baik gua. Hendra yang kesal akhirnya mencoba untuk memaafkan. Keesokan harinya, gua tau Angel pasti lari pagi disekitar kotrakan gua, gua ikutin dia, dia ga keberatan kita lari bareng. Saat gua menyarankan dia untuk minta maaf sama Hendra dia malah marah ke gua dan menolak untuk minta maaf. Tapi akhirnya gua berpikir untuk bicara santai tentang masa depan kita.
“ Punya impian apa Angel?’ Tanya gua” Jadi Polisi?”
“ Pantesan sifatnya jadi galak gini, uda bakat loh “ ledek gua.
“ Emang kenapa kalau jadi polisi? Ada yang salah?”
“ Kagak sih, dulu loe lembut dan suka dipanggil white kok sekarang jadi kayak black gini?”
“ Itu biar jadi rahasia gua, loe ga perlu tau, ada lagi yang ingin gua sampaikan ke loe” “ apa tuu?”
“ Mata gua, ga pernah salah melihat orang baik atau jahat, walau dia itu teman kontrakan loe, buat gua dia itu orang jahat. Jadi jangan harap gua minta maaf sama dia”
Gua ga pernah ngerti kenapa Angel bilang begitu tentang Hendra, buat gua Hendra adalah sahabat baik gua, kita uda kontrakan setahun bersama dan temanan sejak kecil. Walau kita punya dunia masing-masing tapi gua yakin Hendra orang baik.Angel berkali-kali minta gua jauhin dan pindah dari satu kontrakan sama Hendra, tapi gua ga mungkin lakukan itu, karena ga ada gunanya. Angel sendiri ga pernah bisa buktiin ke gua apa yang dia maksud dengan hendra itu penjahat.
Sampai akhirnya, gua menyadari ada yang ga beres. Saat gua pulang dari cuci foto. Banyak polisi di di rumah gua, saat itu gua melihat Hendra di bawa oleh polisi karena ketangkap pakai Narkoba. Hendra melihat gua dengan wajah marah.
“ Dasar banci loe, tega-teganya loe laporin gua..”
Gua gak pernah tau Hendra seorang pemakai, walau bagaimanapun itu hak dia untuk pakai. Tapi gua jadi tau siapa yang lakuin ini semua dan itu adalah Angel. Gua marah dan Angel sudah melakukan tindahan yang keterlaluan. Saat itu Angel pulang, gua langsung berdiri menghadap ke dia di ruang tamu.
“ Uda puas loe ngelakuin semua ini, laporin Hendra ke Polisi..”
“ Gua menyelamatkan hidup dia, bukan menghukum dia, itu yang perlu loe tau..”
“ loe itu gila, loe itu aneh, loe itu bukan Angel yang gua kenal, loe itu bukan manusia, tega-teganya loe berbuat gitu. Gua muak sama loe..” teriak gua.
Angel melihat gua dengan wajah terkejut. Tapi dia berusaha tegar sambil berkata.
“ Gua bukan WhiteAngel yang loe pikir sebaik dulu, gua BlackAngel, gua pergi..”
Dia langsung menuju kamar dia, membawa koper dia dan hendak keluar dari rumah, entah mengapa saat itu gua merasa sedih dan takut dia pergi dari gua.
“ Angel..” teriak gua. “ Ga usah ada kalimat perpisahan, memang selamanya kita gak akan berpisah dan itu sudah takdir buat gua..” kata dia yang bikin gua bingung.
“ Jujur, apa loe pernah cinta sama gua..”
“ WhiteAngel mungkin ya.. tapi gua. BlackANgel.. mungkin ya dan tidak!!..”
Kallimat yang akhirnya gua denger untuk terakhir kalinya dia pergi dalam hidup gua.Buat gua, itu adalah sebuah perpisahan yang menyedihkan.Sedih memang harus kehilangan, tapi gua sudah kehilangan dua hal, orang yang gua sayangi dan sahabat yang berpikir gua berbuat jahat sama dia. Apakak gua punya pilihan lain? Tidak selain menerima semua yang gua alami dengan tegar. Gua putuskan melupakan keduanya.
Setahun kemudian. Di hari yang sama di ulang tahung gua yang ke 24. Gua mendapatkan lagi mms video dari Angel dengan lagu selamat ulangtahunnya. Gua jadi bingung, mengapa dia masih mengirimkan mms video seperti ini sama gua, padahal kita udah ribut. Gua memutuskan untuk pindah kontrakan dan membersihkan kamar gua terkejut ketika gua melihat sebuah kotak di kamar gua, mungkin itu barang Angel yang sengaja dia tinggalkan di kolong tempat tidur gua saat dia tidur disini, sebuah kotak yang berisikan sebuah surat dan satu foto bersama dia dengan orang yang sama dengan dia.
“ Angel ternyata kembar.”Kenapa gua baru menyadari sekarang, walaupun gua punya foto Angel dulu tapi wajah mereka tetap sama dan hanya berbeda tinggi badan saja, yang sejak awal gua curiga.
Sebuah surat yang ditulis oleh dia.
“ Apapun warna yang tercipta di dunia ini, entah itu hitam atau putih, gua terlahir kembar dan sama-sama mencintai satu orang yang sama yang dimulai oleh ayah dan ibu yang telah melahirkan kami. Lalu kakak gua Angel mulai mencintai satu diluar antara kami yaitu loe Ferly, cinta yang begitu besar walau dia sadar, dia gak boleh meninggalkan gua yang membutukan darah dia setiap saat untuk hidup.
Satu-satunya hal yang membuat gua hidup dari proses menjadi manusia dari takdir penyakit yang gak adil karena hanya gua yang mendapatkan semua kesedihan itu, bukan Angel. Gua begitu iri dengan apa yang bisa dia dapat, bisa bermain diluar rumah, bisa berkeliling bersama anjing-anjing yang bisa dia pegang setiap saat sedangkan gua hanya bisa terduduk sambil melihatnya di ranjang tempat tidur gua.
Tapi semua berubah, ketika gua mulai mengalami kondisi kritis, hanya ada satu yang bisa membuat gua bertahan hidup. Satu diantara kita harus hilang di dunia ini, harusnya gua yang menghilang untuk usia gua yang separuh hidup hanya di ranjang. Walau kita terakhir kembar. Dunia Angel lebih luas dan gua iri dan berpikir kalau gua mati itu mungkin cara gua bisa melihat dunia lebih luas. Tapi gua salah, gua terbangun dengan nafas yang lebih baik tapi kehilangan satu hal. Cinta dari seorang Angel. Dia memberikan kedua ginjalnya agar gua tetap hidup. Dengan satu permintaan yang sangat mudah, ucapkan selamat ulang tahun kepada loe, kirimin video ini untuk loe. Sebuah video yang dia buat untuk membuatnya abadi dalam kehidupan loe.
Itu lah mengapa gua bilang, bagaimanapun gua membenci loe, takdir akan membuat gua selalu dekat dengan loe lewat warisan ini. Kakak gua beruntung memiliki orang sebaik loe, bukan gua..” memang berat untuk melakukan ini dengan meninggalkan loe dalam hidup gua, tapi gua lakukan semua ini untuk loe.. untuk agar loe tetap hidup dalam bayangan dua orang Angel, memang berharap gua melanjutkan kisah cintanya dia, tapi sayangnya gua lebih tertarik berbakti kepada dunia dengan menjadi polisi. Mungkin kelak ketika gua sudah berubah dan mengerti cinta, saat itulah gua akan datang lagi.
Salam BlackAngel.”
Berat memang tau, kalau whiteAngel yang gua cintai selama ini telah tiada dan hadir dalam sosok BlackAngel yang begitu membuat gua bingung. Tentunya butuh waktu untuk melupakan semua ini dan mengenai laporan Angel tentang Hendra.
Setelah gua pikir2. Angel mungkin benar, andai saja gua tetap hidup sama Hendra saat itu. Mungkin gua akan menjadi korban yang sama ditangkap polisi, Hendra sering memberikan gua minumanyang dicampur obat penenang dan itu gua baru sadari ketika gua sering tertidur lelap, dia melakukan pesta narkoba dirumah dan kalau itu terjadi mungkin gua tertangkap suatu saat. Gua bertemu Hendra di Penjara, dia bilang kalau Angel melihat dia benar-benar melakukan pesta narkoba saat gua gak ada.Dia berterima kasih sama Angel Karena dengan di penjara dia akhirnya lepas dari dunia hitam, sadar akan berartinya hidup.
Gua tau, kesedihan dan rasa terkejut kalau ternyata Angel yang gua kenal sebagai whiteAngel memang telah pergi selamanya dalam hidup gua. Tapi BlackAngel, bagaimanapun dia adalah orang yang hadir dan mulai mengubah gua lebih bisa menerima kepergiaan WhiteAngel. Mungkin dia yang paling menderita karena hidup dengan pengorbanan WhiteAngel sehingga membuat sifatnya menjadi kaku dan lebih memilih menjadi pekerja sosial, (polisi).Now, walaupun itu sudah berlalu sekian lama, dia selalu mengirimkan video yang sama. Video ucapan selamat ulang tahun, yang mungkin gak akan pernah berhenti sampai gua tua nanti, walau dia ga pernah mencoba untuk kembali dan bertemu dengan gua tapi gua yakin kelak kita akan bertemu dan memulai semuanya dari awal.





